D JOURNAL

Just another WordPress.com weblog

Kajian Teori-Teori Albert Einstein

KAJIAN TEORI-TEORI ALBERT EINSTEIN

(THE RELATIVITY/KENISBIAN)

 

Albert Einstein dilahirkan dikalangan suatu kaum menengah Yahudi di Ulm Bavaria, pada tahun 1879. Sebagai seorang mahasiswa ia tidak luar biasa, kecuali dalam soal matematika. Dengan hilangnya harta kekayaan keluarganya memaksa Einstein untuk hidup mandiri di usia 15 tahun. Sesudah pindah ke Swiss, ia melanjutkan pendidikan ilmiahnya di Akademi Polyteknik di Zurich dan menikah dengan seseorang sesama mahasiswa. Karena keinginannya untuk menjadi guru besar universitas tidak terkabul, maka untuk memperoleh nafkah ia bekerja pada suatu kantor yang membuat laporan-laporan persiapan dan penulisan kembali permintaan-permintaan para ahli-ahli penemu buat biro paten. Di waktu luangnya ia menelaah secara dalam karya-karya ahli-ahli filsafat, sarjana-sarjana ilmu pengetahuan, dan ahli-ahli matematika.

 

Dengan terbitnya “Annalen der Physik” dalam sebuah harian Jerman, Einstein menjelaskan Teori Khusus dari kenisbian (relativity) dalam sebuah karangan sepanjang 30 lembar dengan judul “Tentang Elektrodinamika Benda-Benda Yang Bergerak”, dan dengan itu ia menantang konsep manusia yang ada tentang ruang dan waktu, zat dan energi. Sendi-sendi tentang teori itu ditegakan dalam dua prakiraan. Pertama, prinsip kenisbian/relativitas : Segala gerakan adalah nisbi, contohnya ialah prinsip dari kereta api atau kapal yang bergerak. Seseorang yang duduk dalam kereta api dengan jendela-jendela di gelapkan, tidak akan sadar akan kecepatan dan arah atau bahkan bahwa kereta api itu berjalan, melainkan hanya sedikit gonjangan. Begitu juga halnya dengan seseorang yang berada di atas kapal yang berjalan dengan jendela-jendela tertutup. Kita menerima gerakan hanya dalam pengertian nisbi, yaitu dalam hubungan dengan obek-objek lain. Dalam skala   yang besar, gerakan maju dari bumi tidak akan dapat diketahui bila tidak ada benda-benda langit yang dapat dijadikan pembanding atau pedoman.

 

Hipotesa besar Einstein yang kedua ialah, bahwa kecepatan cahaya tidak bergantung pada gerakan sumbernya. Kecepatan cahaya 186.000 mil/detik selalu sama, dimanapun di seluruh alam semesta, tidak peduli tempat, waktu dan arah. Cahaya berjalan selalu dengan kecepatan yang sama, tidak peduli dalam keadaan apapun kecepatan itu diukur, dan bahwa gerakan bumi dalam hubungan dengan matahatri tidak mempunyai pengaruh atas kecepataan cahaya, tidak ada daya yang dapat membuatnya lebih cepat atau lambat, dan tidak ada yang dapat mengatasi kecepatan cahaya. Jadi cahaya adalah satu-satunya faktor konstan yang tidak berubah-ubah di alam ini.

 

Berbeda dari Newton, Einstein menyatakan, bahwa tidak ada sama sekali apa yang disebutkan gerakan mutlak. Ide gerakan mutlak sebuah benda dalam sebuah ruang tidak ada artinya sama sekali. Gerakan setiap benda adalah nisbi terhadap masing-masing. Gerakan adalah fitri dari segala benda. Tidak ada di bumi ini atau di universum ini, dimana saja, dimana sesuatu mutlak dalam kediaman. Diseluruh kosmos kita yang tidak diam, gerakan selalu ada, mulai dari atom yang sangat kecil sampai kumpulan benda di langit yang terbesar. Misalnya bumi berputar mengelilingi matahari dengan kecepatan 20 mil/detik. Dalam suatu universum dimana semuanya adalah gerak dan titik sebagai patokan tidak ada, tidak ada standar-standar yang diakui untuk memperbandingkan kecepatan, panjang, besar, massa, dan waktu, kecuali jika diukur dengan gerakan nisbi. Hanya cahaya yang tidak nisbi, tidak berubah kecepatannya, tanpa peduli apa sumbernya atau dimana tempat berdiri si pengamat.

 

Dari semua konsep Einstein yang paling sulit difahami dan mengacaukan kepercayaan tradisionil ialah kenisbian waktu. Einstein beranggapan bahwa kejadian-kejadian yang berlangsung di berbagai tempat pada saat yang sama bagi pengamat yang satu tidak terjadi pada waktu yang sama bagi pengamat lainnya, yang bergerak secara nisbi terhadap yang satu. Misalnya suatu kejadian dilihat oleh seorang pengamat yang berada di darat, dalam saat yang sama tidaklah serempak adanya bagi seorang pengamat yang berada didalam pesawat udara. Waktu adalah nisbi terhadap tempat dan kecepatan si pengamat dan tidak mutlak. Didalam teori ini suatu kejadian pada sebuah bintang yang jauh dan dilihat oleh penghuni bumi, tidak terjadi di bintang itu pada saat kejadiannya terlihat oleh penghuni bumi. Suatu kejadian di suatu bintang yang jauh mungkin terjadi bertahun-tahun sebelum kejadian itu terlihat dari bumi.Bintang yang terlihat hari ini sebetulnya adalah bintang yang muncul lama sebelum hari ini.

 

Bersambung…

March 6, 2007 - Posted by | Uncategorized

1 Comment »

  1. Hi, this is a comment.
    To delete a comment, just log in, and view the posts’ comments, there you will have the option to edit or delete them.

    Comment by Mr WordPress | March 6, 2007


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: